Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Kabupaten Bogor Berhasil Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran Pasca Pandemi

Kabupaten Bogor mampu melewati pandemi, dan pertumbuhan ekonomi melesat tajam (sumber: jabarprov)

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Suryanto Putra mengatakan, berdasarkan RPJMD tahun 2018-2023. Di dalamnya terdapat program prioritas Pancakarsa telah melakukan upaya mewujudkan pembangunan daerah dalam rangka peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat. Kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.

“Ini kita lakukan secara kolaborasi dan terintegrasi, terlebih di akhir tahun RPJMD. Semua kita lakukan secara optimal, mudah-mudahan lancar sehingga target kinerja yang kita rencanakan bisa tercapai,” ujarnya. 

Upaya Pemkab Bogor Kurangi Kemiskinan

Sebagai informasi, berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Bogor untuk mengurangi kemiskinan. Diantaranya melalui Bogor Career Center (BCC) yang telah berhasil memfasilitasi 48.578 calon pelamar kerja, dengan jumlah lowongan sebanyak 104.

Total dari 48.578 calon pelamar kerja, sebanyak 2.676 telah berhasil mendapatkan pekerjaan. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan, Pemkab Bogor memberikan fasilitas magang di sejumlah perusahaan dan pelayanan pelatihan di Balai Latihan Kerja. Total yang sedang mengikuti pelatihan sebanyak 325 orang.

Pada bidang pendidikan, Pemkab Bogor memberikan fasilitasi dengan bebas biaya pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program beasiswa bagi 1.200 siswa berprestasi untuk jenjang Pendidikan S1.

Sedangkan untuk program penurunan angka kemiskinan, dilakukan secara kolaborasi dan terintegrasi dengan Perangkat Daerah lainnya. Diantaranya, Bantuan PBI (Penerima Bantuan Iuran) JKN-KIS daerah.

Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat miskin yang belum memiliki BPJS, serta bantuan perlindungan kesehatan berupa bantuan uang untuk pengobatan bagi masyarakat yang benar-benar miskin.

“Pendekatan yang sudah dilakukan salah satunya bagaimana mengurangi beban hidup masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan mereka dan ditopang dengan pembinaan usaha mikro, karena diharapkan keluarga miskin bisa meningkatkan dan membangun usaha, yang kami  kolaborasikan dengan lembaga usaha mikro, itulah strategi pendekatan kita melalui pendekatan per individu dan juga keluarga,” jelasnya.

(WAN/FAU)