Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Kemeriahan Festival Imlek 2023 menjadi Ikon Besar di Pasar Gedhe Solo

Gemerlap Cahaya Lampion di Depan Pasar Gedhe Solo (Tim The Andal Post/Ikhsan Aji Pamungkas)

“Disini akulturasinya sudah membaur menjadi satu. Sebab, orang Tionghoa disini banyak menikah dengan orang Jawa sehingga sudah menjadi hal lumrah” tutur Nanik.

Cheongsam adalah Pakaian yang Paling Banyak Dicari

Di Toko Surya ini yang paling dicari oleh para pembeli adalah pakaian Cheongsam dan Cheongsam yang menjadi identik pakaian Tionghoa.

Cheongsam merupakan pakaian baju khas tradisional dipakai oleh kaum wanita Tionghoa. Sedangkan Changshan merupakan baju tradisional Cina yang digunakan oleh kaum pria Tionghoa.

Dupa dan Sesaji di Klenteng Tien Kok Sie (Tim The Andal Post/Ikhsan Aji Pamungkas)

Sejarah pakaian Cheongsam ini berawal dari Dinasti Qing (1644-1911) di Tiongkok. Dulu, pakaian Cheongsam adalah gaun panjang yang dikenakan oleh wanita Manchu.

Gaun tersebut ada dua model pakaian, yakni gaun panjang yang menjuntai lurus ke mata kaki sehingga terlihat tampak ada celah di kedua sisi gaun itu. Sedang Gaun panjang lainnya saat dikenakan di bawahnya membuat kakinya wanita itu tidak terlihat.

Pada tahun 1912, Cheongsam pertama kali digunakan kembali oleh sekelompok mahasiswi di Shanghai, China 

Dalam upaya untuk kesetaraan gender, para mahasiswi ini memakai cheongsam. Sebab, pakaian cheongsam ini kalah populernya dengan kemeja panjang bernama Changshan dan jubah panjang bernama Changpao, kedua pakaian ini sering digunakan oleh kaum pria Tionghoa.

(IAP/FAU)