Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Marak Siswi Keracunan, Iran: Pelaku Harus Dihukum Mati

Seorang siswi terbaring di rumah sakit karena keracunan yang terjadi di Iran. (Foto: REUTERS)

Tak hanya itu, pada bulan Maret ini, ada dua kota lain yang mengalami hal serupa.

Alhasil, serangan meningkat selama seminggu terakhir di seluruh Iran. Setelah masalah itu mendapat perhatian media luar maupun dalam negeri.

Ribuan siswi dari puluhan sekolah di Iran mengalami keracunan. (Foto: REUTERS)

Seorang pejabat kesehatan menyebutkan, peristiwa peracunan tersebut merupakan kejahatan yang disengaja untuk mencegah anak perempuan pergi ke sekolah.

Namun, pihak berwenang belum merilis jumlah korban hingga kini.

Sementara itu, insiden tersebut sebenarnya memiliki ciri yang sama.

Kebanyakan menyerang siswi yang mengalami gejala termasuk sesak napas, sakit kepala, mual. Serta jantung berdebar-debar, dan mati rasa pada anggota badan.

Bahkan, beberapa korban mengatakan, ia mencium bau aneh seperti buah busuk, parfum yang kuat atau bau terbakar. 

Sebagian besar kasus memang tidak terlalu parah, tetapi banyak siswa harus dirawat di rumah sakit.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan, pihaknya telah menemukan sampel mencurigakan di sekolah. Lalu hasil penyelidikan pun akan diumumkan secepatnya.

Diduga Pelaku

Di sisi lain, pengemudi truk pembawa bahan kimia yang terlihat di dekat beberapa sekolah telah ditangkap.

Tetapi, belum ada penangkapan lain yang dikonfirmasi dan pihak berwenang belum memberikan penjelasan pasti tentang keracunan tersebut.

Media lokal melaporkan, seorang jurnalis bernama Ali Pourtabatabaei, yang meliput berita di Qom, guna menindaklanjuti kejahatan tersebut telah ditangkap.

Namun, pihak berwenang setempat belum menjelaskan mengenai penangkapan tersebut.

Sementara itu, Presiden Iran Ebrahim Raisi menyalahkan konspirasi oleh musuh asing terhadap Republik Islam itu.

Ia belum menyebutkan negara manapun yang terkait atas aksi keji tersebut. Namun, diketahui Iran telah menjatuhkan tuduhan pada Barat dan Israel berada di balik kerusuhan di negaranya. (spm/ads)