Menteri Agama Singgung Syarat Capres 2024 di Pidato Perayaan Natal

Menag Yaqut Cholil Qoumas kala menyampaikan Pidato di momen Hari raya Natal 2022. (Design by @jauhras)

ANDALPOST.COM – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninjau perayaan Hari Raya Natal 2022 (24/12/2022) di Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Menag kemudian diberikan kesempatan untuk berpidato di momen perayaan tersebut.

Orang yang akrab disapa gus Yaqut itu berharap agar momen perayaan Natal tahun ini bisa berjalan damai dan penuh khidmat.

“Agar semua umat beragama, terutama umat Katolik dan Kristen yang hari ini merayakan Natal, tetap menjaga damai, sederhana, dan penuh makna,” pesan Menag dilansir dari situs resmi Kemenag, Senin, 26 Desember 2022. 

Gus Yaqut juga menambahkan apresiasinya terhadap umat Katolik dan Kristiani yang mampu merayakan Natal dengan penuh kedamaian.

Sehingga natal di tahun ini mampu dirayakan dengan khusuk dan penuh makna oleh masyarakat Nasrani di Indonesia.

Selain itu jika setiap masyarakat mampu menjaga momen setiap hari raya keagamaan maka toleransi di Indonesia akan terawat dengan baik.

“Semua agama mengajarkan kasih sayang. Kalau ini benar-benar diresapi dan dimaknai secara mendalam oleh seluruh umat Kristiani dan umat beragama yang lain, Indonesia pasti baik-baik saja,” ujar Menag Yaqut. 

Yaqut juga berharap jika masyarakat tidak mudah termakan isu politik yang dibalut dengan agama.

Jika terlalu memikirkan hal tersebut maka masyarakat hanya akan membuang-buang energi saja.

Memang politisasi agama tidak bisa terelakkan di Indonesia khususnya jelang Pemilu 2024.

Isu tersebut bakal selalu ada karena sudah menjadi  bagian dinamika demokrasi di Negeri ini.

Sehingga untuk meminimalisir hal ini, peran para petinggi dan pengampu kebijakan menjadi kuncinya.

Mereka yang akan menjadi pemimpin harus punya jiwa toleransi yang tinggi.

“Kalau mau cari pemimpin, cari pemimpin yang benar-benar menghargai keragaman yang dimiliki negeri ini. Sebab negeri ini berdiri karena keragaman. Jangan pernah salah pilih,” pungkasnya.

Perkataan Yaqut tersebut menjadi himbauan dini jika kontestasi politik 2024 sudah mulai berjalan.

Yaqut seperti memberikan sinyal agar masyarakat sudah mulai waspada dan tidak terpancing isu politisasi agama.

Seperti Pemilu sebelumnya dimana isu tersebut digunakan sebagai kampanye untuk merebut suara masyarakat.

Hal ini membuat situasi di Pemilu 2019 begitu panas dan menimbulkan banyak perpecahan di kalangan masyarakat lapisan bawah.

Harus kembali ditekankan jika Indonesia memiliki pondasi dari keberagaman suku, budaya dan ras.

Sehingga isu polarisasi agama menjadi hal paling sensitif dan akan menimbulkan perpecahan hingga peperangan.

DIharapkan jika situasi demokrasi di Pemilu 2024 mendatang tidak seperti tahun kemarin dan bisa berjalan dengan damai.

Sementara itu, sejauh ini belum ada pernyataan resmi terkait nama-nama yang bakal bertanding di kontestasi Capres-Cawapres 2024.

Terdapat beberapa kandidat kuat yang disinyalir bakal Capres yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Dua nama yang paling potensial adalah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang bakal bertarung nanti.

Keduanya diharapkan tidak membawa cara-cara lama dalam berkampanye di Pemilu nanti supaya bisa berjalan sportif dan damai.

 (PAM/FAU)