Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Recep Tayyip Erdogan: Kami Menyatakan Keadaan Darurat yang Mencakup 10 Provinsi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Anadolu Agency)

Lebih lanjut, lantaran besarnya garis patahan yang putus, sehingga gempa itu menyebabkan kehancuran sangat besar.

“Akibatnya, kita dihadapkan pada salah satu bencana terbesar tidak hanya dalam sejarah Republik kita. Tetapi juga di wilayah kita dan dunia,” sambungnya.

Proses Evakuasi

Kondisi wilayah di Turki pasca gempa besar yang melanda. (Foto: GETTY IMAGES)

Erdogan mengatakan telah mengerahkan seluruh institusi, sarana, kemampuan, dan personel guna melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah bencana.

“Dengan mempertimbangkan dampak destruktif gempa bumi di 10 provinsi tersebut, kami menginstruksikan agar personel ahli dan kendaraan kami segera diberangkatkan ke wilayah itu,” kata dia.

Namun, dia menyebut proses evakuasi tersebut terhalang oleh cuaca.

“Tim kami bekerja tanpa pamrih untuk mencapai daerah bencana dan bergabung dalam operasi meskipun ada kesulitan karena kondisi cuaca.”

“Terlebih lagi, bahaya gempa susulan dalam jumlah besar menyebabkan struktur yang rusak berdampak negatif pada pekerjaan.”

“Kami dengan cepat melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan dengan dukungan warga dan sukarelawan,” paparnya.

Dia mengatakan hingga kini sebanyak 53.317 personel diterjunkan dalam proses pencarian dan penyelamatan para korban gempa.

“53.317 personel pencarian dan penyelamatan kami bekerja langsung di reruntuhan. Dan jumlah ini terus bertambah setiap jam dengan penambahan tim, baik dari Turki maupun luar negeri,” tuturnya.

Tak hanya itu, pegawai negeri, sukarelawan, serta staf LSM juga turut bekerja sama dalam upaya tersebut.

“Kami juga menerapkan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan para korban yang diselamatkan termasuk akomodasi, makanan, pakaian, dan pemanas.”

“Sejauh ini, 54 ribu tenda, 102 ribu tempat tidur, dan bahan bantuan lainnya telah dikirimkan kepada para korban bencana di wilayah tersebut,” jelasnya. (spm/fau)