Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Sekjen PBB Khawatir Eskalasi Lebih Lanjut Lantaran Konflik Rusia-Ukraina

Tim artileri Ukraina menembak ke arah posisi Rusia di Bakhmut. António Guterres mengatakan dunia sedang berjalan menuju perang yang lebih luas. (Foto: Madeleine Kelly/SOPA Images/REX/Shutterstock)

“Jika setiap negara memenuhi kewajibannya berdasarkan Piagam PBB, hak atas perdamaian akan terjamin,” tegasnya.

“Ini adalah untuk mengubah pendekatan kita terhadap perdamaian dengan berkomitmen kembali pada Piagam. Mengutamakan hak asasi manusia dan martabat mereka,” bebernya.

Sementara itu, ia juga mengecam kurangnya visi strategis dan bias pembuat keputusan politik terhadap jangka pendek.

“Jajak pendapat berikutnya, manuver politik taktis berikutnya guna mempertahankan kekuasaan.”

“Pemikiran jangka pendek ini tidak hanya sangat tidak bertanggung jawab, tapi juga tidak bermoral,” tegas Guterres.

Dia menekankan pentingnya tindakan dengan mempertimbangkan generasi mendatang.

Ukraina Luncurkan Serangan Baru ke Rusia Ditengah Skandal Korupsi

Di tengah kekhawatiran Guterres atas invasi yang kian memanas, Ukraina justru menyiapkan serangan baru bagi Rusia.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov menyebut langkah itu sebagai antisipasi serangan baru Rusia pada akhir bulan ini.

Reznikov mengatakan kendati senjata bantuan dari Barat belum tiba, namun Ukraina memiliki cadangan yang cukup guna menahan pasukan Rusia.

Sebelumnya, pasukan Rusia Ukraina terlebih dulu mengalami pertempuran sengit di Bakhmut, Vuhledar dan Lyman.

Namun, belum tuntas mempersiapkan serangan baru itu sang menteri pertahanan justru terlibat kasus korupsi.

Sehingga, Reznikov akan digantikan kepala ntelijen militer Kyrylo Budanov.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.