Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Sopir Jadikan Masker sebagai Alat untuk Membunuh Majikan

Masker digunakan sebagai alat untuk membunuh korban. (Sumber: Pexel)

ANDALPOST.COM – Seorang sopir berinisial H membunuh majikannya menggunakan masker di Griya Inti Sentosa, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (14/12/2022).

H membunuh majikannya yang berusia lansia 76 tahun dengan membekap mulut korban menggunakan masker. Menurut Kapolsek Tanjung Priok, M. Yamin, ditemukan adanya gigi korban yang sudah copot akibat dibekap oleh sang sopir.

“Korban sudah meninggal dunia dan pada gigi korban ditemukan sudah copot karena dibekap mulutnya, dan dimasuki masker oleh pelaku,” ujar Kapolsek Tanjung Priok, Kompol M. Yamin, pada Kamis (15/12/2022).

Diketahui jika motif pelaku melakukan aksi kejinya karena rasa dendam yang mendalam kepada korban. M Yamin menjelaskan bahwa H sering diperintah oleh korban secara semena-mena.

Bahkan tidak jarang korban sering menyalah-nyalahkan H serta memberi cacian kepada H di muka umum. Kekesalan H kemudian memuncak, hingga akhirnya ia melakukan aksi nekat tersebut.

“Kemudian pelaku sakit hati hingga pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap korban,” kata Yamin.

Menurut keterangan lain dari Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Bryan Rio Wicaksono, diketahui bahwa kasus ini berhasil terkuak ketika ada laporan dari warga.

Polisi menyebutkan bahwa saat mendapat laporan dari warga, mereka langsung membekuk pelaku di lokasi kejadian perkara. Sayangnya, ketika dilakukan penangkapan, pelaku telah berhasil menghilangkan nyawa korban.

Ketika H ditangkap, polisi menyebutkan bahwa tidak ada perlawanan kasar dari pelaku. Mereka malah melihat pelaku seperti ketakutan dan berusaha untuk bersembunyi. Setelah itu, tidak butuh usaha yang lama bagi polisi yang untuk menangkap H.

“Ya sejam-lah (ditangkap usai ada laporan). Pada saat itu (pelaku) masih di dalam rumah, ngumpet gitu,” jelas Bryan.

“Kami masuk, kami cari di dalam-dalam tahunya dia lagi ngumpet di loteng,” sambungnya.

Adapun kondisi saat ini, korban sedang dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. Menurut laporan yang diterima, tidak terdapat luka-luka di tubuh korban.

“Korban itu tidak ada luka tusukan sih,” ucap Bryan.

Menurut data yang dihimpun dari Tribun Jakarta, kejadian pembunuhan di rumah dua lantai itu bermula pada Rabu sore (14/12/2022), sekitar pukul 15.00 WIB.

Kala itu H diminta oleh R selaku adik korban untuk mengantarkan korban pulang ke rumah. Diketahui jika sebelumnya keduanya pergi ke suatu tempat.

Entah apa yang dilakukan oleh korban waktu itu, pasalnya setelah sampai di rumah, H langsung membekap korban hingga kehabisan nafas dan meninggal dunia.

R yang kala itu baru pulang mengaku mencium dan merasakan kejadian janggal di rumah kakaknya. Ia merasakannya setelah selesai dari sholat Isya.

Kecurigaan R diawali dari pagar rumah korban yang digembok. Kemudian R berinisiatif menelepon korban karena tidak dibukakan pagar.

Dari sinilah R mulai panik dan langsung minta tolong kepada warga untuk didampingi masuk ke rumahnya.

Saat menelusuri tangga lantai dua, tiba-tiba R bertemu dengan H yang muncul dan langsung menyerang R.

Sempat terjadi perkelahian oleh keduanya, bahkan warga yang mendampingi juga turut berjibaku. Kejadian ini kemudian mengakibatkan R beserta warga yang mendampingi mengalami luka-luka. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit.

(PAM/MIC)