Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Ingin Set Top Box Awet? Begini Cara Memilih dan Merawatnya

Cara merawat Set Top Box agar tidak mudah meledak. (Design by @salwadiatma)

ANDALPOST.COM – Set Top Box (STB) menjadi barang yang diincar oleh banyak warga Indonesia sejak pemerintah mulai meniadakan siaran televisi analog.

Mulai April 2022 hingga 2 November 2022, pemerintah telah mengakhiri siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO).

Keadaan ini kemudian memaksa seluruh lapisan masyarakat yang memiliki televisi analog harus memasang Set Top Box untuk dapat menerima siaran televisi digital.

Siaran televisi digital adalah siaran televisi yang menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih bersih dan suara yang lebih jernih.

Namun beberapa hari belakangan ini banyak berita tak sedap yang mengacu pada pemakaian Set Top Box yang dapat meledak hingga memakan korban.

Salah satunya yakni berita mengenai ledakan Set Top Box pada Senin (21/11/2022) yang terjadi di daerah Desa Tonjong, Banten.

Ledakan tersebut berasal dari STB di salah satu rumah warga yang kemudian menyebabkan kebakaran.

Pemilik rumah, Tuajah, menceritakan bahwa STB di rumahnya itu baru ia gunakan selama seminggu. Mereka mulai menggunakannya karena sang cucu ingin menonton televisi.

Menurutnya, saat ditinggalkan, posisi STB di rumahnya tetap dibiarkan tersambung ke stop kontak listrik sehingga akhirnya menyebabkan kebakaran.

Direktur Pengembangan Pita Lebar Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Marvels Situmorang, mengatakan bahwa informasi meledaknya STB tersebut tidak lengkap.

Ia juga menduga bahwa meledaknya perangkat Set Top Box bisa jadi disebabkan oleh korsleting atau arus pendek.

Sampai saat ini, masih tidak diketahui secara pasti apa merek atau tipe STB yang meledak dan didapatkan dari mana. Karena itulah, cukup sulit menurutnya untuk mengidentifikasi apakah STB tersebut bersertifikat atau tidak.

“Informasi ini tidak tidak lengkap STB-nya merek atau tipe apa, belinya di mana,” ujar Marvels, saat dikonfirmasi pada Kamis (24/11/2022).

Beredar berita bahwa STB yang digunakan itu adalah STB yang tidak berlisensi sehingga dapat menimbulkan ledakan.

Untuk menghindari kecelakaan seperti itu, hendaknya masyarakat membeli STB yang sudah disertifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Untuk memudahkan pembelian STB bersertifikasi Kominfo, kardus pembelian STB tersebut sudah diberi tanda khusus yakni logo DVB T2, tulisan Ready Digital, dan memiliki gambar maskot Modi.

Cara lain agar STB terawat dan tidak mudah rusak adalah dengan cara tidak menyalakan perangkat secara terus menerus.

Jika STB tidak sedang digunakan untuk menonton televisi, sebaiknya perangkat ini dimatikan dan dicabut dari sumber listrik.

Mencabut atau mematikan dari sumber listrik merupakan salah satu ketentuan yang berlaku untuk semua jenis perangkat elektronik yang sedang tidak digunakan. Hal ini dilakukan agar barang elektronik tersebut awet dan menghemat listrik.

Selain itu, perlu juga diperhatikan faktor eksternal lainnya seperti arus dan tegangan listrik. Kedua hal tersebut diketahui dapat berpengaruh bagi awet atau tidaknya STB yang digunakan.

Pengguna STB harus memastikan apakah arus listrik di rumah aman dan selalu stabil agar tidak menimbulkan konslet. Selain arus listrik, mengecek apakah STB telah tercolok dengan benar dan kencang di stop kontak juga perlu diperhatikan.

(WAN/MIC)