Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Jokowi Blusukan ke Petani, Tinjau Langsung Harga Beras

https://andalpost.com/tidak-seperti-anak-pejabat-lainnya-rafdi-hidup-jadi-kuli-bangunan/

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Jokowi juga mengunjungi pertanian milik Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Rancali, Bandung, Jawa Barat.

Jokowi berkeliling dan melihat konsep pertanian yang dijalani oleh pondok pesantren tersebut. Jokowi merasa kagum karena ada pondok pesantren yang punya konsep pertanian bagus.

“Saya betul-betul merasa sangat kagum, kaget, bahwa ada pondok pesantren yang memiliki manajemen yang baik dalam bisnis pertanian,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Sayangnya keadaan dua tempat yang dikunjungi Jokowi tersebut kurang menggambarkan kondisi petani yang sesungguhnya.

Pasalnya banyak sekali keluhan dan kecacatan sistem pertanian mulai dari proses penanaman hingga penjualan hasil panen.

Penyaluran Pupuk Subsidi yang Belum Merata

Penyaluran pupuk bersubsidi masih terjadi kecacatan di beberapa daerah. Misalnya  saja petani di Magelang yang selalu kehabisan jatah pupuk bersubsidi. Padahal mereka belum pernah mengambilnya. 

Biasanya hal ini terjadi akibat pupuk yang mereka beli dijual oleh oknum kepada pedagang toko pertanian.

Masalah kedua, soal permainan harga yang dilakukan oleh para tengkulak sayur. Mereka nyatanya membeli harga panen dengan sangat murah. Bahkan sistem pembelian yang dilakukan adalah reseller alias tanpa bayar muka. 

Biasanya mereka akan membayar diakhir jika panen telah terjual. Inilah yang menjadi derita mengapa nasib petani yang notabene pahlawan pangan di Indonesia selalu buntung.

Jika situasi ini didiamkan tentu tidaklah bagus. Pasalnya akan banyak anak muda dan milenial yang bakal meninggalkan profesi tani. Hal ini karena dianggap tidak menjadi progres yang bagus untuk masa depan.

Diharapkan setelah ada survey dari Jokowi, mampu direspon baik oleh pemerintah untuk membenahi sistem yang ada di pasar. (pam/ads)