Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Kemenkes Umumkan Adanya Peningkatan Bahaya Rabies di Indonesia Saat Ini

Kemenkes Umumkan Adanya Peningkatan Bahaya Rabies di Indonesia Saat Ini
Ilustrasi anjing yang menderita rabies dilihat dari mulutnya yang berbusa banyak.(The Andal Post/Eeza Putri)

Misalnya, Kementerian Kesehatan RI mengadakan vaksin sebanyak 241.700 vial, dan serumnya sebanyak 1.650 vial untuk manusia.

Vaksin manusia pun sudah didistribusikan ke berbagai provinsi yang ada di Indonesia, yakni sebanyak 227.000 vial vaksin dan lebih dari 1.550 vial serum.

Meskipun begitu, dijelaskan juga bahwa vaksin yang diadakan merupakan buffer dan bukanlah yang utama.

“Di daerah-daerah juga mereka mengadakan vaksin rabies sendiri seperti Bali. Mereka punya dana untuk membeli vaksin anti rabies,” ujar dr. Imran.

“Tidak hanya mengandalkan dari pusat, bahkan di beberapa kabupaten di Bali juga punya anggaran untuk vaksin anti rabies, baik untuk hewan maupun untuk manusia,” lanjutnya.

Penanganan Pertama Menurut Kemenkes

Pada laman resmi Kemenkes, dijelaskan mengenai proses pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika seseorang terkena gigitan dari virus tersebut. 

Ketika terkena gigitan, luka gigitan tersebut harus segera dicuci dengan air mengalir dengan menggunakan sabun atau deterjen selama 15 menit, kemudian bisa langsung diberikan antiseptik.

Setelah itu, sangat dianjurkan untuk mencari penanganan profesional, dengan membawa pasien yang mendapat gigitan, ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk dilakukannya pencucian kembali dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan indikasi. (ben/lfr)