Bahan Paraben dalam Kosmetik Berbahaya, Apakah Benar?

Ilustrasi Kosmetik. (Design by: Eeza Putri)

ANDALPOST.COM – Paraben menjadi salah satu topik yang diperbincangkan di dunia kecantikan dan kesehatan dalam dekade terakhir ini. Zat Paraben ini banyak digunakan di berbagai macam kosmetik, skincare, makanan dan obat-obatan.

Tetapi banyak isu yang mengatakan bahwa zat Paraben berbahaya untuk tubuh hingga dapat menimbulkan kanker. Lantas apakah zat ini benar berbahaya untuk tubuh?

Apa itu Paraben?

Paraben, menurut Food Drug Administration (layanan pengujian bahan) Amerika Serikat, adalah suatu bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik.

Biasanya suatu produk menggunakan pengawet ini bertujuan untuk melindungi konsumen, karena pengawet dapat digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Dalam istilah kimia, paraben ini dikenal sebagai para-hydroxybenzoate. Beberapa jenis paraben yang sering kita temukan adalah metil paraben, propil paraben, butil paraben dan etil paraben.

Mereka merupakan paraben yang bisa digunakan dan sudah lulus uji coba pada kadar tertentu. Dengan kata lain, kita memerlukan pengawet atas alasan, bahwa disekitar kita dikelilingi berjuta-juta mikro organisme yang tidak bisa terlihat.

Alasan itulah mengapa kita membutuhkan sistem imun yang baik untuk menjaga agar bakteri-bakteri dari luar tidak bersarang di tubuh yang nantinya dapat mengakibatkan infeksi dalam tubuh kita. 

Faktanya beberapa produk kosmetik, seperti makeup, sampo, produk pencukur, dan deodorant juga memiliki zat paraben ini. Sebagaimana demikian, produk kosmetik yang sehari-hari kita pakai, juga dapat mengandung paraben.

Apa Penyebab Orang Takut dengan Paraben?

Ilustrasi kata Paraben | Sumber: Unsplash.com

Dulu paraben ini dianggap sebagai agen seno estrogen. Zat ini memiliki struktur kimia yang mirip dengan estrogen.

Sedangkan estrogen sendiri mempunyai peran dalam penggandaan sel-sel kanker dan non-kanker yang ada di dalam payudara tersebut.

Ditambah lagi, seorang ilmuwan asing menemukan sisa-sisa paraben di jaringan kanker payudara, padahal di penelitian tersebut tidak dikatakan bahwa parabenkah yang menyebabkan jenis kanker tersebut.

Dari informasi tersebut, banyak produk-produk yang memiliki kandungan paraben dianggap dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Tidak hanya itu paraben juga dipercaya dapat menimbulkan reaksi alergi, meningkatkan aktivitas estrogenik, serta sensitivitas terhadap paparan matahari.

Informasi yang muncul ini, sampai ke telinga konsumen yang menyebabkan terjadinya penurunan penjualan kosmetik dan produsen kosmetik. Sehingga, hal tersebut menyebabkan penurunan harga hingga kerugian yang besar.

Atas hal tersebut, banyak perusahaan sekarang melakukan inovasi ke kosmetik organik yang bebas dari paraben.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.