Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

China Alami Hujan Terberat Selama 5 Hari dalam Tahun Ini, Ribuan Orang Mengungsi

Hujan Terberat di China dalam Tahun Ini: Ribuan Orang Mengungsi
Hujan Lebat di China. (Sumber:Xinhua)

ANDALPOST.COM – Negara Republik Rakyat Tiongkok (RTT) sedang dilanda cuaca ekstrem yang dimana, serangan Topan Doksuri telah berlangsung lama sejak, Jumat (28/07/2023). 

Dalam laporan Badan Meteorologi Beijing, menjelaskan bahwa sejak badai sampai di ibu kota Beijing pada Sabtu, (29/07/2023) malam, kondisi tersebut akan berlangsung hingga Selasa, (01//08/2023). 

Sampai saat ini dalam laporan terakhir, telah terdapat berbagai lokasi atau kota yang mendapat curah hujan tinggi selain ibu kota Beijing dikarenakan topan tersebut. 

Antara lain, Hebei, Shandong, Tianjin, dan Shanxi timur, yang juga mendapatkan dampak yang cukup parah ketika topan melanda. 

Hal tersebut mengakibatkan pengevakuasian terhadap puluhan ribu masyarakat yang turut terkena dampak dari Topan Doksuri ini. 

Topan Doksuri

Topan Doksuri sendiri merupakan sebuah jenis badai yang paling kuat yang pernah menyerang negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. 

Yang dimana, dampak dari badai tersebut menyebabkan banjir yang susah ditangani di koat-kota China. 

Curah hujan yang disertai dengan banjir menyebabkan berbagai penerbangan yang harus dibatalkan, selain itu terdapat beberapa rumah yang ikut terhanyut dibawa oleh arus banjir. 

Curah hujan rata-rata di Beijing mencapai 176,9 mm (7 inci) antara Sabtu malam dan Senin sore, dengan curah hujan maksimum yang tercatat di distrik Mentougou mencapai 580,9 mm (23 inci), menurut media pemerintah.

Untuk menanggapi bencana yang terjadi, pemerintah tetap menyalakan tanda peringatan merah yang berarti situasi yang masih belum kondusif dan setiap masyarakat masih harus berhati-hati.

Meskipun Badan Meteorologi telah mengkonfirmasi bahwa “Intensitas Doksuri terus melemah tetapi dampaknya masih jauh dari selesai,” ujar Administrasi Meteorologi China.

Namun Badan tersebut juga masih memperingatkan masyarakat untuk waspada dan menghindari daerah berisiko tinggi di wilayah Beijing, Tianjin, Hebei di mana curah hujan lokal bisa mencapai 600 mm (dua inci).

Setelah Badai

Meskipun pada Senin (31/07/2023) media pemerintah China menjelaskan bahwa saat ini situasi hujan yang terjadi merupakan sisa dari Topan Doksuri, tetapi berbagai dampak yang masih harus diselesaikan oleh pemerintah maupun masyarakat. 

Dikatakan bahwa, lebih dari 31.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka di Beijing akibat dari badai Doksuri. 

Tidak hanya itu dampak lain juga dirasakan oleh para pekerja yang dimana, pekerjaan di lebih dari 4.000 lokasi konstruksi dihentikan, hampir 20.000 bangunan diperiksa kerusakannya, dan tempat-tempat berwisata di kota ditutup, lapor media lokal.

Hujan Terberat di China dalam Tahun Ini: Ribuan Orang Mengungsi
Kondisi Banjir Setelah Badai. (Sumber: Reuters)

Transportasi umum seperti kereta api juga harus berhenti beroperasi dan membuat para penumpang harus menunggu semalaman. 

Kemudian setelah badai sudah mulai membaik, otoritas kereta api mengirim pekerja untuk mengirim makanan termasuk mie instan, telur dan ham, serta air minum untuk penumpang kereta yang terjebak semalaman.

Meskipun beberapa dampak yang diberikan oleh badai ini cukup signifikan, akan tetapi, tidak ada korban jiwa dalam bencana badai Topan Doksuri ini.

Belum selesai dengan Doksuri beberapa pihak sudah memperkirakan bahwa terdapat badai susulan yang akan terjadi yakni, topan Khanun.

Topan Khanun sendiri diperkirakan akan mendekat ke arah pemukiman padat di pantai China di minggu ini. 

Pihak berwenang mengatakan Khanun dapat menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada jagung dan tanaman lain yang telah terkena Doksuri. (ben/fau)