Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

NASA Perkenalkan Kru Astronot untuk Misi Artemis II

Kru Artemis II NASA. (Foto: NASA)

ANDALPOST.COM – NASA menunjuk wanita berdarah Afrika-Amerika bernama Christina Koch (44) untuk menjadi tim astronot dalam misi Artemis II, Senin (3/4/2023).

Koch menjadi wanita Afrika-Amerika pertama yang ditunjuk NASA untuk bergabung dalam proyek andal tersebut.

Misi Artemis II rencananya beranggotakan empat orang.

Mereka akan terbang mengelilingi bulan dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun.

Christina Koch sendiri merupakan seorang insinyur wanita yang memiliki rekor penerbangan luar angkasa tepanjang.

Ia menjadi bagian dari tiga spacewalks semua wanita pertama NASA.

Koch ditunjuk sebagai spesialis misi untuk terbang lintas bulan Artemis II yang diharapkan pada awal tahun depan.

Selain Astronot Wanita, Berikut Daftar Astronot Lainnya

Tak hanya Koch, Victor Glover (46) juga akan tergabung dalam kru tersebut.

Glover ialah penerbang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan veteran dari empat spacewalks yang telah ditunjuk NASA sebagai pilot Artemis II.

Victor Glover akan menjadi astronot kulit hitam pertama yang dikirim dalam misi bulan.

Seorang kolonel Angkatan Udara Kerajaan Kanada bernama Jeremy Hansen pun menjadi awak dalam misi Artemis II.

Hansen menjadi orang Kanada pertama yang dipilih untuk penerbangan ke bulan.

Satu kru lainnya yakni Reid Wiseman, mantan pilot pesawat tempur Angkatan Laut AS yang ditunjuk sebagai komandan misi Artemis II.

Ketiga astronot NASA yang dipilih untuk misi Artemis II merupakan veteran ekspedisi sebelumnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional. 

Hansen adalah seorang astronot dari Badan Antariksa Kanada yang menjadi pemula dalam penerbangan luar angkasa kali ini.

“Kru Artemis II mewakili ribuan orang yang bekerja tanpa lelah untuk membawa kita ke bintang-bintang. Ini adalah kru umat manusia,” kata Administrator NASA Bill Nelson.

“Kita akan pergi ke bulan,” imbuhnya.

Ucapan Selamat dari Joe Biden

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden secara pribadi menelepon keempatnya pada hari Minggu (2/4/2023) untuk memberi selamat kepada mereka.

Sementara itu, misi Artemis II akan menjadi debut penerbangan berawak, namun bukan pendaratan bulan pertama.

Pasalnya, program tersebut merupakan penerus Apollo yang bertujuan mengembalikan astronot ke permukaan bulan akhir dekade ini.

Hingga akhirnya membangun pos terdepan yang berkelanjutan di sana sebagai batu loncatan untuk eksplorasi manusia di Mars di masa depan.

Misi Artemis I yang berhasil diselesaikan pada Desember tahun lalu menutup peluncuran perdana mega-roket generasi baru NASA yang andal.

Dalam misi Artemis I, NASA juga menggunakan pesawat ruang angkasa Orion yang baru dibangun dalam uji terbang tanpa awak selama 25 hari.

Kemudian, kali ini berlanjut ke misi Artemis II selama 10 hari mengelilingi bulan dan kembali lagi ke bumi.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.