Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Pelarangan Buku Fantasi Anak-anak di AS Meningkat Pesat, Simak Alasannya

Pelarangan Buku Fantasi Anak-anak di AS Meningkat Pesat, Simak Alasannya
Buku-buku yang di tarik oleh Asosiasi Perpurtakaan Amerika | Sumber: Getty Image.

ANDALPOST.COM – Pelarangan buku fantasi anak-anak di Amerika Serikat (AS) meningkat pesat. Hal ini telah dijelaskan sebelumnya oleh American Library Association atau dikenal sebagai Asosiasi Perpustakaan Amerika. 

Pelarangan buku bagi anak-anak ini mulai dinyatakan meningkat pesat sejak tahun 2021 hingga 2022. Hingga kini, Asosiasi Perpustakaan Amerika telah melacak 1,269 buku yang akan ditarik dari pasaran dan perpustakaan publik serta sekolah-sekolah. 

Pelacakan dan penarikan buku tersebut diketahui sebagai aktivitas penyensoran paling besar selama lebih dari 20 tahun. Hal ini menyebabkan banyaknya organisasi, sekolah, dan perpustakaan yang mengeluh. 

Alasan penarikan buku

Penyensoran buku-buku tersebut juga telah mengundang perdebatan mengenai jenis buku yang diperbolehkan di dalam perpustakaan. Pasalnya, jenis-jenis yang kini mendominasi perpustakaan hanyalah mengenai media sosial dan kampanye politik. 

Pihak media terbesar Amerika Serikat, The New York Times berbicara mengenai keputusan pemerintah AS ini. 

“Buku telah menjadi proksi dalam perang budaya yang lebih luas atas isu-isu seperti hak LGBTQ, identitas gender, dan ketidaksetaraan ras,” ujar pihak The New York Times, Rabu, (31/5/2023) ketika pemerintah kembali melacak jenis buku yang akan ditarik dari publik.

Keputusan pemerintah yang menarik buku fantasi anak-anak tersebut membuat  masyarakat berasumsi bahwa pemerintah telah mengkaitkan isu politik ke dalam literatur anak-anak. 

Hal tersebut terbukti dengan sekitar 1,065 analis telah mendebat alasan penarikan buku anak-anak yang menimbulkan kekacauan. Perdebatan yang terjadi ini membuat beberapa penerbit besar di AS seperti Penguin Random House, PEN Amerika dan penulis-penulis bertindak. 

Perdebatan penerbit dan penulis

Pihak penerbit dan penulis tersebut telah mengajukan gugatan kepada distrik sekolah di Florida atas penarikan dan pembatasan 10 buku. Hal ini lantaran pihak pemerintah menarik buku-buku yang berkaitan dengan ras atau identitas seksual. 

“Yang membuatku memiliki harapan adalah mayoritas masyarakat tidak menyetujui penarikan buku. Fakta bahwa hal ini membatasi hak murid untuk memilih buku yang mereka inginkan,” ucap seorang penulis, George M Johnson.

Ia melanjutkan, “Penarikan buku ini tidak membuat para penerbit melarang penulis untuk membuat cerita. Pada akhirnya, akan ada lebih banyak buku dan kalian tidak bisa menarik semuanya,” 

Gugatan yang dilakukan oleh banyak pihak tersebut ternyata tidak membuat Asosiasi Perpustakaan Amerika menghentikan aktivitas penyensoran besar-besaran. 

“Amerika menginginkan kebebasan berpendapat dan kebebasan untuk terlibat dengan ekspresi orang lain. Kita dapat memiliki buku dan ide yang ingin kita gunakan, tetapi kita tidak dapat memutuskan apa yang dapat dibaca dan dipikirkan oleh masyarakat. Kami tidak bisa membungkam cerita yang tidak kami sukai.” ucap Presiden Asosiasi Perpustakaan Amerika, Lessa Kanani’opua Pelayo-Lozada kepada awak media. 

Ia juga menambahkan bahwa tindakan penarikan ini didorong oleh keinginan masyarakat lokal di 32 negara bagian. Penarikan buku tersebut dilihat melalui judul yang memiliki unsur kekerasan, kesedihan, dan kematian.

Lessa menjelaskan bahwa buku yang ditarik merupakan buku yang memiliki unsur propaganda ideologi gender, transeksual, penggunaan narkotika, LGBTQ, kekerasan, anti-polisi, rasis, pedofilia, dan cabul di dalam ceritanya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.