Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Pembunuhan Dua Bayi di Korsel Membuka Kasus Hilangnya Data 2.000 Bayi

Hilangnya Ribuan Bayi Di Korea yang Tidak Terdata di Pemerintahan: Sumber: tribune.com

ANDALPOST.COM — Ditemukan kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandung nya sendiri di Korea Selatan (Korsel) memunculkan pertanyaan. Bahkan menjadi pelengkap puzzle hilangnya data dari 2.000 bayi lainnya belakangan ini di Korsel. 

Pembunuhan secara tragis itu dilakukan kepada dua bayi di Korsel yang dilakukan oleh ibu kedua bayi tersebut dengan cara mencekik keduanya hingga meninggal. Kemudian kedua bayi tersebut dimasukkan ke dalam kulkas pendingin. 

Wanita tersebut ditangkap pada Rabu (21/6/2023), dengan pengakuan kepada polisi bahwa ia mencekik bayi-bayi itu. Dikarenakan kesulitan ekonomi saat membesarkan tiga anak.

Hal tersebut pun membuat pihak kepolisian menuntutnya untuk melakukan persidangan pada Jumat (23/6/2023).

Akan tetapi, sidang penangkapan dari wanita yang disebutkan berusia 30 an tahun tersebut tidak dapat berlangsung. Sebab dirinya yang tidak mau menghadiri persidangan yang dilaksanakan di Suwon, pada pukul 14:30 waktu setempat.

Celah dalam Permasalahan

Dari hasil penemuan pembunuhan yang dilakukan oleh wanita tersebut, ditemukan celah besar dalam sistem pendataan jumlah kelahiran bayi di Korsel.

Pada dasarnya, sistem pengelolaan data bayi lahir di Korsel mewajibkan seluruh orang tua dari bayi untuk melaporkan data kelahiran bayi mereka. 

Penelusuran lebih lanjut membuktikan, bahwa terdapatnya 2.236 dari sekitar 2,6 juta bayi yang lahir dari 2015 hingga tahun lalu tidak memiliki catatan pendaftaran.

Hal tersebut tentunya sangatlah mengagetkan. Di mana, hilangnya data dari ribuan bayi tersebut belum bisa dipastikan apakah para bayi tersebut masih hidup ataukah sudah meninggal. Hal tersebut dijelaskan oleh Badan Pemeriksa dan Pemeriksaan (BAI), Kamis (22/6/2023). 

Polisi sudah melakukan penyelidikan kepada kasus kehilangan tersebut setelah audit BAI terhadap Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan yang dimulai pada bulan Maret.

Inspeksi difokuskan pada bayi yang kelahirannya tidak dicatat, meskipun tercatat dilahirkan di rumah sakit. Sebab pemerintah menghadapi seruan yang meningkat untuk membasmi kasus pelecehan anak.

Penangkapan Wanita yang Membunuh Dua Orang Anaknya di Korea Selatan
Sumber: Reuters

Lebih lanjut lagi, pemerintah memilih 23 bayi di antara 2.236 bayi yang dinyatakan hilang. Kemudian mendapati bahwa beberapa diantaranya telah meninggal dan yang lainnya sudah dibunuh lalu jasadnya ditemukan oleh petugas.

Beberapa pelaku yang ditangkap pun mulai diinterogasi. Di mana ibu dari seorang bayi mengatakan, bahwa ia telah memberikan bayinya kepada seseorang yang ia kenal di ruang obrolan internet kurang dari sebulan setelah melahirkan.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.