Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Pembunuhan Pengganda Uang hingga Magdalena Dihujat Netizen dan Kandungan Makanan Kaleng

TAP Talk #56: Dukun pengganda uang lakukan pembunuhan, Magdalena kena semprot netizen, dan kontroversi makanan kaleng.
TAP Talk #56: Dukun pengganda uang lakukan pembunuhan, Magdalena kena semprot netizen, dan kontroversi makanan kaleng. (The Andal Post/Eeza Putri)

Sinopsis: Seorang warga Banjarnegara berinisial ST yang dikenal sebagai dukun pengganda uang berhasil diungkap dan ditangkap oleh polisi. Dalam kasus ini polisi berhasil menemukan 12 mayat di daerah perkebunan yang ST tinggal. Pembunuhan itu terungkap berkat pesan WhatsApp korban kepada anaknya. Sehingga, polisi langsung menindaklanjuti kasus tersebut ke TKP untuk penyelidikan. 

Food Vlogger Magdalena dihujat netizen karena pernyataannya hanya dipandang sebelah mata saja. Namun, beliau membeberkan bahwa ia ingin pelaku usaha tahu manfaat digitalisasi melalui tim MAGDALENAF sehingga followers menjadi salah satu instrument penting. Akan tetapi, dengan pernyataan yang disebutkan dalam podcast Samuel membuat netizen kontra sehingga pada akhirnya Magdalena melakukan klarifikasi permintaan maaf kepada pengikut di media sosialnya.

Pada era zaman sekarang, setiap orang cenderung lebih memilih makanan siap saji salah satunya adalah makanan kaleng. Akan tetapi, makanan yang dikemas dalam kaleng tersebut tidak lagi sehat untuk sering dikonsumsi. Hal ini karena, kandungan makanan di dalam kaleng sudah hilang atau tidak ada akibat adanya proses pembuatan. Apabila seseorang mengkonsumsi terlalu banyak natrium menyebabkan retensi air hingga pembengkakan serta menyebabkan efek negatif pada tekanan darah dan jantung.

Penasaran detail beritanya? Dengarkan podcast berikut ini:

TAP Talk #56: Dukun pengganda uang lakukan pembunuhan, Magdalena kena semprot netizen, dan kontroversi makanan kaleng.

3:23 : Dukun pengganda uang membunuh kliennya sendiri

10:00 : Food vlogger Magdalena dihujat netizen dalam pernyataan di podcast Samuel

15:30 : Kontroversi kandungan makanan kaleng

(tri/fau)