Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Pemerintah Jepang dan Arab Saudi Jalin Kerja Sama Perdagangan

Penambangan logam tanah jarang yang rencana akan dilakukan oleh Arab Saudi dan Jepang Sumber: WSJ

ANDALPOST.COM — Buntut panjang pasca China mengumumkan pembatasan ekspor Chip membuat dunia menjadi kalang kabut menghadapinya. Dunia mulai khawatir jika ke depannya China akan mengekspansi komoditi yang dibatasi keluar dari negara tersebut. 

Sebelumnya, perusahaan teknologi dikabarkan telah merelakan uang mereka yang jumlahnya tidak sedikit untuk diinvestasikan dalam pembuatan pabrik. Investasi tersebut dimaksudkan agar perusahaan tersebut tidak bergantung sepenuhnya pada hasil produksi pabrik asal China. 

Selain itu, negara-negara lain juga mulai mencari alternatif kerja sama. Seperti yang dilakukan oleh Jepang dan Arab Saudi. Diketahui dari Nikkei Asia, Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida melakukan kunjungan ke Arab Saudi sejak hari Senin (10/7/2023). 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan hubungan bilateral antara beberapa negara di kawasan itu dan Jepang. 

Agenda Kishida di Arab Saudi pun cukup padat. Mulai dari menghadiri pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani.

Kekuatan ekonomi kedua negara memang tidak bisa dianggap enteng. Oleh karena itu, keduanya membahas tentang rencana melakukan investasi bersama untuk mengembangkan sumber daya tanah.

Kesepakatan untuk investasi tersebut sebagai salah satu respon yang diambil oleh kedua negara untuk mengurangi ketergantungannya pada negara-negara seperti China untuk mineral utama.

Jepang – Arab Saudi Bersepakat untuk Melakukan Kerja Sama 

Diketahui, Kishida mengunjungi Arab Saudi sebagai bagian dari tur ke Timur Tengah.  

Dalam kunjungannya, kedua negara akan menandatangani nota kerja sama yang dikhususkan untuk Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Organisasi Keamanan Logam dan Energi Jepang (JOGMEC) yang didukung negara dan Kementerian Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi. 

Berdasarkan kesepakatan itu, Jepang dan Arab Saudi akan menjajaki proyek pengembangan sumber daya di negara ketiga untuk investasi bersama. 

Mereka berharap mendapatkan hak atas mineral utama, seperti logam tanah jarang yang digunakan dalam kendaraan listrik. Sementara Permintaan EV hanya tumbuh di tengah dorongan global menuju dekarbonisasi.

Setelah penandatanganan nota kesepakatan, kedua negara akan melakukan tugasnya masing-masing. Arab Saudi akan mencari lokasi tanah yang cocok digunakan untuk bisa digunakan sebagai lokasi pabrik. 

Untuk Jepang sendiri bertugas untuk membantu mempercepat pengembangan sumber daya yang sudah ditambang di Arab Saudi. Seperti tembaga, besi, dan seng.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.