Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Siap Tanding di Badminton Asia Championship 2023, Para Pemain Indonesia Sibuk Adaptasi Lapangan

Sosok Pelatih Bulu Tangkis Aryono Miranat. (The Andal Post/Eeza Putri)

ANDALPOST.COM – Bulu Tangkis merupakan salah satu cabang olahraga terpopuler yang telah mendunia. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya kompetisi bulu tangkis yang telah digelar baik dalam lingkup nasional ataupun internasional.

Pembentukan berbagai kompetisi atau ajang ini dilakukan agar hubungan antar satu negara dengan negara lain dapat semakin erat. Bahkan dengan kompetisi ini, suatu negara bisa mendapatkan manfaat lainnya seperti mempromosikan para pemain dari negara mereka. Hal ini tentunya akan semakin membuat negara tersebut dapat semakin dikenal oleh masyarakat dunia. 

Salah satu negara yang kini mulai disorot oleh seluruh dunia adalah Indonesia. 

Indonesia menjadi negara yang mulai disorot oleh publik karena prestasinya dalam bulu tangkis sangatlah luar biasa. Indonesia telah banyak sekali memenangkan kejuaraan dalam ajang Internasional baik dalam lingkup asia ataupun dunia. 

Baru-baru ini, Indonesia melalui Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali menambahkan prestasinya dengan mengikuti Badminton Asia Championship 2023. 

Latihan Perdana

Pada Minggu (23/4/2023), sesampainya para pemain Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab. Mereka langsung pergi menuju lapangan pertandingan Sheikh Rashid Bin Hamdan Indoor Hall, Al Nasr Club untuk melakukan latihan perdana. 

Sosok Pemain Tunggal Anthony Sinisuka Ginting | Sumber: Liputan6.com

Latihan perdana ini ditujukan untuk mempersiapkan para pemain Indonesia agar dapat tampil secara maksimal di kompetisi Badminton Asia Championship 2023. Kompetisi tersebut akan berlangsung pada 25-30 April mendatang. 

Latihan ini dilakukan selama dua jam yakni mulai pukul 13.00 hingga 15.00. 

Aryono Miranat selaku manajer tim sekaligus pelatih ganda putra timnas Indonesia mengatakan. Bahwa latihan perdana yang dilakukan di Sheikh Rashid Bin Hamdan Indoo Hall ditujukan agar para pemain Indonesia berdaptasi dengan lapangan dan shuttlecock. Sehingga pola permainan mereka nantinya tidak kaku atau terbatas. 

“Sebenarnya memang kondisi anak-anak masih capek. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta tadi malam dan sampai tadi pagi.” tutur Aryono. 

“Tapi tadi kami bisa langsung masuk kamar hotel. Jadi ada waktu untuk tidur sejenak sebelum menjalani latihan. Kami dapat di main hall selama dua jam untuk fokus kepada adaptasi kondisi lapangan, arah angin dan shuttlecock.” lanjutnya. 

Harapan Pelatih

Aryono menambahkan bahwa ia sangat berharap agar latihan perdana ini dan latihan terakhir yang akan dilakukan esok hari. Ia berharap agar latihan ini dapat membuat para pemain semakin bersemangat dan memaksimalkan performa mereka pada saat bermain nanti. 

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.