Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Umat Muslim Seluruh Dunia Protes, Tuntut Diakhirinya Kampanye Israel di Gaza

Demonstran pro-Palestina mengambil bagian dalam protes duduk saat konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Istanbul, Turki 20 Oktober 2023. (Foto: REUTERS/Dilara Senkaya)

ANDALPOST.COM — Para pengunjuk rasa dari Jakarta hingga Tunis pada hari Jumat (20/10/2023) menuntut diakhirinya pemboman Israel di Gaza. Setelah hampir dua minggu serangan udara dan artileri yang begitu intens.

Bahkan, menurut pihak berwenang di sana telah menewaskan 4.100 orang. Israel juga bersiap untuk melakukan perang darat di daerah kantong Palestina yang kecil dan padat penduduk.

Tujuannya ialah untuk memberantas Hamas, kelompok Islam militan yang mengamuk di kota-kota Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.400 orang dan menyandera.

Meskipun beberapa negara Barat telah menyuarakan dukungannya terhadap kampanye militer Israel, banyak negara Muslim yang menyerukan gencatan senjata segera.

Banyak warga yang marah terhadap kondisi di Gaza dan menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina.

Protes tiba-tiba meletus di sebagian besar wilayah tersebut pada Selasa (17/10/2024) malam. Setelah pihak berwenang Gaza mengatakan ratusan orang tewas dalam ledakan di sebuah rumah sakit.

Hamas mengatakan serangan udara Israel adalah penyebabnya. Tapi, Israel menyalahkan peluncuran roket yang gagal oleh kelompok Palestina.

Di Yordania, yang berdamai dengan Israel pada tahun 1994, namun sebagian besar penduduknya merupakan keturunan Palestina, lebih dari 6.000 pengunjuk rasa berbaris di pusat ibu kota. Sementara ribuan lainnya berunjuk rasa di dekat kedutaan Israel.

Para demonstran menyuarakan dukungan untuk Hamas, mendesak mereka untuk menyerang Israel dengan serangan roket dan bom bunuh diri. Juga  menyapa kelompok Palestina dengan teriakan: “Kami adalah tentara Anda.”

Demonstran

Ribuan demonstran juga berkumpul di Turki dan Mesir, dua negara lain yang telah lama memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Israel, menuntut diakhirinya pemboman tersebut.

Sekitar 2.000 orang berkumpul di depan Masjid Beyazit Istanbul, membakar patung Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan mengibarkan bendera Palestina. 

Beberapa orang memegang plakat bertuliskan: “Hentikan genosida” dan “Teroris Israel”.

Di Mesir, ribuan pengunjuk rasa berdiri di masjid al-Azhar, salah satu masjid tertua di dunia, meneriakkan “Di mana tentara Arab?”. Sementara yang lain berkumpul di alun-alun Tahrir.

Beberapa pihak menuntut tindakan militer terhadap Israel, sementara yang lain mengatakan negara-negara Arab harus mempertimbangkan penggunaan metode lain untuk menghentikan pemboman di Gaza.

Mesir berbatasan dengan Gaza namun belum mampu menegosiasikan pembukaan jalur penyeberangan untuk memungkinkan masuknya bantuan.

“Palestina adalah satu-satunya negara yang menyatukan suara kami. Jika negara-negara Teluk tidak mengirimkan bantuan, setidaknya mereka harus berhenti mengirimkan minyak dan gas. Setidaknya itulah yang harus mereka lakukan,” kata pengunjuk rasa Mohammed Gomaa di Kairo.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.