Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Yellen Semangat Kerja Sama dengan China, Bahas Restrukturisasi Utang Negara Miskin

Menteri keuangan AS Janet Yellen (Foto: REUTERS/Leah Millis)

ANDALPOST.COM — Menteri keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Janet Yellen antusias membangun kerja sama dengan China. Terlebih dalam restrukturisasi utang untuk negara-negara miskin.

Apalagi, pembangunan multilateral membutuhkan reformasi sebelum peningkatan modal dapat dipertimbangkan.

Dalam sambutan yang disiapkan untuk konferensi pers sebelum pertemuan para menkeu dan gubernur bank sentral Kelompok 20 di India, Yellen mengatakan kunjungannya ke Beijing pekan lalu membantu menempatkan hubungan AS-China pada level lebih pasti.

Selain itu, kedua negara adidaya tersebut juga berkewajiban untuk bekerja sama dalam bidang-bidang tertentu. Salah satunya terkait ekonomi.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi saya yakin perjalanan ini merupakan awal yang penting,” kata Yellen, Minggu (16/7/2023).

“Saya sangat ingin membangun di atas dasar yang kami letakkan di Beijing untuk memobilisasi tindakan lebih lanjut,” tuturnya.

Namun, Yellen menyebut Washington akan terus memutus akses Rusia ke peralatan dan teknologi militer yang dibutuhkan Moskow dalam invasi ke Ukraina.

“Salah satu tujuan inti kami tahun ini adalah memerangi upaya Rusia untuk menghindari sanksi kami. Koalisi kami membangun tindakan yang telah kami ambil dalam beberapa bulan terakhir untuk menindak upaya ini,” jabarnya.

India, yang memimpin G20 tahun ini, telah mencari sikap netral dalam perang. Pada umumnya menolak menyalahkan Rusia atas invasi yang diluncurkan Moskow pada Februari tahun lalu.

Tetapi, muncul desakan diplomatik dan secara tajam meningkatkan pembelian minyak Rusia. Bahkan seperti negara-negara Barat berusaha memeras Moskow.

Yellen pun mengatakan, akan terus mendorong pertemuan G20 di negara bagian Gujarat, India barat laut.

“Untuk partisipasi penuh dan tepat waktu dari semua kreditur resmi bilateral dalam restrukturisasi utang yang tertunda,” tuturnya.

Restrukturisasi

Sang Menkeu pun menyebut akan membahas restrukturisasi Zambia dengan rekan-rekan China. Kendati membutuhkan waktu lama untuk bernegosiasi.

“Kita harus menerapkan prinsip-prinsip umum yang kita sepakati dalam kasus Zambia daripada memulai dari nol setiap waktu. Dan kita harus bergerak lebih cepat,” kata Yellen.

Ia pun berharap perlakuan utang untuk Sri Lanka dan Ghana dapat diselesaikan dengan cepat. Sehingga Dana Moneter Internasional (IMF) dapat melanjutkan tinjauan program pinjaman awal musim gugur ini.

“Panduan pengguna” restrukturisasi utang diperlukan untuk negara peminjam dan pemangku kepentingan lainnya bertugas memberikan kejelasan tentang prosesnya,” terangnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.