Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Cawe-Cawe Jokowi dalam Pilpres, Ganjar: Hak Politik

Ganjar Pranowo yang berikan masukan kepada Anies Baswedan/arsip PDIP

Kegelisahan Anies

Anies memang akhir-akhir ini nampak gelisah menjelang kampanye terbuka. terutama semenjak salah satu Menteri dari NasDem yakni Johnny G Plate tertangkap kasus korupsi BTS.

Ganjar Pranowo di acara relawan/arsip Ganjar Pranowo

Selain itu, elektabilitas Anies yang ditampilkan oleh lembaga survey selalu konsisten berada di urutan ketiga di bawah Ganjar dan Prabowo Subianto.

Tentunya kekhawatiran semakin menjadi-jadi yang dirasakan oleh pendukungnya.

Bahkan, ia masih kalah dari Prabowo Subianto yang belum sama sekali mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Presiden di 2024 mendatang.

Kendati demikian, di beberapa kesempatan Anies tetap menggunakan jurus rayuannya untuk menetralisir keadaan.

Mantan Gubernur DKI itu menegaskan bahwa survey hanya bisa dijadikan referensi. Bukan justru menjadi demotivasi yang mematahkan semangat.

“Survei-survei itu cukup kita jadikan referensi. Jangan sampai menjadi demotivasi. Jangan justru membuat kita khawatir,” kata Anies Baswedan.

Anies mengatakan, seperti yang pernah terjadi saat Pilgub DKI 2017 lalu. Dimana dalam survey ia kalah dari kandidat lain.

Namun justru bersama Sandiaga, ia mampu memenangkan Pilgub DKI Jakarta.

“Saat Pilkada Jakarta tidak ada satupun survei yang memenangkan kami. Sampai saat itu saya bilang, ‘ini sebenarnya hasil aspirasi masyarakat atau aspirasi penyelenggara survei?’” tutur Anies.

Anies juga menambahkan, bahwa saat ini keberadaan dirinya begitu ditakuti. Sehingga dalam survey pun ada banyak cara dan upaya untuk menjegalnya.

“Ada yang tanya Pak Anies banyak yang jegal-jegal. Mungkin yang jegal-jegal itu sedang mengatakan survei aslinya. Kalau di survei nomor tiga kenapa harus dijegal? Mungkin yang jegal-jegal itu dia tahu hasil asli surveinya,” ungkap Anies. (pam/ads)