Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

CEO Supermarket Sainsbury’s Ungkap Inflasi Makanan di Inggris Mulai Membaik

CEO Supermarket Sainsbury’s Ungkap Inflasi Makanan di Inggris Mulai Membaik
Ilustrasi makanan yang dijual. (The Andal Post/Aini)

ANDALPOST.COM — Supermarket terbesar kedua di Inggris, Sainsbury’s, pada Selasa (4/7/2023), mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan laba sebelum pajak, sebanyak £640 juta dan £700 juta untuk tahun 2023.

Angka harapan laba ini karena penjualan bahan makanan tumbuh disebabkan harga yang lebih rendah. Akan tetapi penjualan bahan bakar menurun dengan drastis.

Dikatakan bahwa untuk tahun lalu, penjualan kembali meningkat. Meskipun adanya tekanan kepada biaya hidup rumah tangga.

Hal ini tercatat dalam pembaruan perdagangan untuk kuartal pertama tahun keuangan di tahun 2023-2024, 16 minggu hingga 24 Juni.

Pada periode tersebut, penjualan bahan makanan meningkat sebanyak 11%. Sebab pengecer mengatakan, bahwa penurunan harga ini membuat pelanggan membeli lebih banyak barang.

Juga, karena pelanggan berurusan dengan inflasi makanan dan minuman, penjualan dengan kisaran biaya yang lebih rendah tumbuh.

Kepala eksekutif Sainsbury’s, Simon Roberts, mengatakan, bahwa sebanyak lebih dari £60 juta dihabiskan untuk potongan harga di 120 produk penting.

Ia menambahkan, bahwa harga untuk 100 produk terlaris sekarang ini memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan bulan Maret lalu.

Sementara Roberts mengatakan, inflasi pangan mulai menurun. Hal itu berdasarkan angka resmi terbaru terlihat bahwa tingkat inflasi pangan tetap pada angka 18,3%.

Pada bulan Juni, secara keseluruhan harga toko naik menjadi 8,4%, angka ini mengalami penurunan dari 9% yang tercatat pada tahun hingga Mei.

Angka ini merupakan laporan hasil penelitian dari Konsorsium Ritel Inggris beserta analis ritel NielsenIQ.

Selain itu, penjualan Sainsbury’s yang kuat juga dikatakan memiliki kaitan dengan cuaca yang hangat dan “kinerja yang sangat kuat” selama hari libur bank.

Selain itu, pertumbuhan ini juga didorong oleh pembelanjaan di toko serba ada dan supermarket. Sebab pembaruan perdagangan mengatakan bahwa pelanggan terus kembali ke toko.