Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Gejolak Pemerintahan Xi Jinping Menebarkan Kekhawatiran Terkait Diplomasi China

Presiden China Xi Jinping (Foto: Ludovic Marin/AFP/Getty Images)

Lantaran kasus korupsi yang telah lama merasuki institusi militer dan negara Tiongkok, beberapa analis dan diplomat percaya bahwa tindakan keras anti-korupsi yang dilakukan Xi menandai pembersihan politik di seluruh Partai Komunis.

“Apa pun alasannya, hal ini dapat berdampak pada kepercayaan aktor asing dalam berinteraksi dengan rekan-rekan Tiongkok mereka,” kata Helena Legarda, analis utama di Mercator Institute for China Studies di Berlin.

Pergolakan Li tidak biasa karena kecepatan serta jangkauannya hingga ke kelompok elit pilihan Xi.

“Semua ini terjadi begitu tiba-tiba dan tidak jelas. Satu hal yang kini dapat kita lihat adalah bahwa kedekatan tidak sama dengan perlindungan di dunia Xi,” kata analis keamanan yang berbasis di Singapura, Alexander Neill. Ia juga merupakan asisten di wadah pemikir Forum Pasifik di Hawaii.

Risiko

Meski tidak memegang posisi komando langsung, Li bertugas di Komisi Militer Pusat yang beranggotakan tujuh orang. Serta sebagai salah satu dari lima anggota dewan negara Tiongkok.

Beberapa pakar percaya bahwa ia dekat dengan Jenderal Zhang Youxia, yang duduk di atasnya dalam komisi tersebut dan merupakan sekutu terdekat Xi di PLA.

Li, yang diberi sanksi oleh Washington pada tahun 2018 karena kesepakatan senjata dengan Rusia, menghindari pertemuan dengan Menteri Pertahanan A.S. Lloyd Austin di konferensi keamanan Dialog Shangri-la Singapura pada bulan Juni. Di mana jabat tangan menandai interaksi terdekat mereka.

Austin dan pejabat AS lainnya ingin melanjutkan perundingan tingkat tinggi antara militer kedua negara yang tengah bergejolak di kawasan.

Tetapi, China membantah bahwa mereka ingin Washington tidak terlalu tegas di Asia-Pasifik.

Para utusan regional mengatakan diplomasi militer Tiongkok yang lebih mendalam sangat penting, khususnya dengan Amerika Serikat (AS). Serta negara-negara lain, seiring dengan semakin banyaknya Tiongkok yang mengerahkan pasukan di sekitar Taiwan. (spm/ads)