Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Kapsul Orion NASA Kembali ke Bumi Usai Menyelesaikan Misi Bersejarah di Bulan

Bumi dan Bulan terlihat dari pesawat ruang angkasa Orion NASA pada 28 November 2022. (Sumber: NASA via AP)

ANDALPOST.COM – Kapsul Orion NASA kembali ke bumi usai menyelesaikan misi bersejarah di Bulan. Misi tersebut mencakup uji terbang selama tiga minggu yang mencakup lintasan di dekat Bulan dan perjalanan lebih jauh ke luar angkasa.

Rencananya, kapsul Orion NASA akan mendarat di Samudra Pasifik di lepas pantai pulau Guadalupe, Meksiko. Mereka akan mendarat sekitar pukul 17.39 GMT pada hari minggu atau pukul 09.39 waktu setempat.

Peluncuran kapsul Orion NASA itu dilakukan pada bulan lalu dengan kru simulasi terdiri dari tiga manekin.

Mereka memulai program Artemis NASA yang bertujuan untuk membawa orang kembali ke Bulan dan mempersiapkan perjalanan selanjutnya yakni ke planet Mars.

Menurut NASA, sejauh ini penerbangan kapsul Orion berjalan dengan mulus dan andal.

Pada akhir bulan lalu atau lebih tepatnya di hari ke-25, kapsul Orion mencapai titik terjauhnya di luar angkasa, menempuh jarak 432.210 km (268.563 mil) dari Bumi.

Jarak tersebut hampir 32.187 km (20.000 mil) di luar rekor jarak yang ditetapkan oleh awak Apollo 13 pada tahun 1970 silam.

Kala itu, awak Apollo 13 membatalkan pendaratan di Bulan dan kembali ke Bumi setelah kegagalan mekanis yang hampir menimbulkan bencana.

Pada Senin (05/12/2022), Orion NASA telah berlayar dengan jarak 130 km (80 mil) dari permukaan Bulan. Jarak tersebut hampir mencapai permukaan terdekat ke Bulan.

Sayangnya di menit-menit terakhir, pelayaran Orion menghadapi rintangan yaitu pelindung panas kapsul diperkirakan tidak kuat bertahan.

Pesawat ruang angkasa yang diharapkan meluncur ke atmosfer bumi dengan kecepatan 40.000 km/jam harus menahan suhu 2.800 derajat Celcius. Suhu tersebut sekitar setengah dari permukaan matahari.

Seperti diketahui, tes pertama kapsul Orion NASA dilakukan pada tahun 2014 lalu. Namun saat itu, kapsul tetap berada di orbit Bumi, sehingga kembali ke atmosfer dengan kecepatan lebih lambat sekitar 32.187 km/jam.

Mike Sarafin selaku manajer misi Artemis menjelaskan bahwa pelindung panas Orion adalah peralatan yang sangat penting untuk keselamatan.

“Ini dirancang untuk melindungi pesawat ruang angkasa, para penumpang dan para astronot di dalamnya. Jadi pelindung panas harus selalu bekerja,” terang Sarafin.

Mengetahui hal itu, NASA telah mengirimkan kapal angkatan laut AS, USS Portland, serta helikopter dan perahu karet untuk memulihkan kapsul Orion. Begitu berada di dalam air, NASA akan membiarkan Orion mengapung selama dua jam.

Waktu yang lebih lama daripada astronot berada di dalam kapsul untuk mengumpulkan data penting guna misi masa depan.

“Kita akan melihat bagaimana panas meresap kembali ke modul kru dan bagaimana hal itu memengaruhi suhu di dalamnya,” kata Jim Geffre, manajer integrasi kendaraan Orion NASA.

Selain itu, NASA juga akan mengumpulkan informasi lain, termasuk kondisi kapsul setelah penerbangan dan data dari monitor yang mengukur percepatan serta gerakan.

Informasi lain yang juga dikumpulkan adalah kinerja rompi khusus yang dipasang pada manekin. Hal ini untuk menguji bagaimana astronot akan terlindungi dari radiasi saat terbang melintasi ruang angkasa.

Jika semua informasi telah terkumpul dan terbukti bekerja secara andal, maka misi penerbangan Artemis II berawak untuk mengelilingi Bulan akan dilakukan tahun 2024 mendatang.

Dengan ini, NASA diharapkan segera memberi nama astronot yang dipilih untuk perjalanan tersebut.

Lebih lanjut, Artemis III yang direncakan pada tahun 2025 akan mencoba untuk mejadi pesawat luar angkasa yang mendarat untuk pertama kalinya di kutub selatan Bulan.

Badan antariksa Amerika itu mengungkapkan bahwa tujuan dari keseluruhan misi tersebut ialah untuk membangun keberadaan manusia yang bertahan lama di Bulan.

Keberadaan manusia di Bulan itu akan membantu para insinyur mengembangkan teknologi guna melakukan perjalanan selama bertahun-tahun ke Mars.

(SPM/MIC)