Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Kepergok Selingkuh, Dua Anggota Parlemen Singapura Undurkan Diri

Kepergok Selingkuh, Dua Anggota Parlemen Singapura Undurkan Diri
Tan Chuan-Jin dan Cheng Li Hui telah mengundurkan diri sebagai ketua dan anggota parlemen pada 17 Juli 2023. Sumber: Mothership SG

ANDALPOST.COM – Dua anggota parlemen Singapura, Tan Chuan-jin dan Cheng Li Hui telah mengundurkan diri dari parlemen dan Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party/PAP).

Hal ini terjadi setelah mereka diketahui memiliki “hubungan tidak pantas” dengan satu sama lain.

Pengunduran diri tersebut diumumkan oleh Kantor Perdana Menteri (Prime Minister’s Office/PMO) pada hari Senin (17/07/2023). Meskipun demikian, tidak dirincikan mengenai alasan pengunduran diri tersebut.

Hanya saja, Perdana Menteri Lee Hsien Loong kemudian mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa keduanya tetap melanjutkan hubungan mereka. Walaupun, keduanya sudah diminta untuk berhenti.

Menurut Lee sebagai Sekretaris Jenderal PAP, ia mengatakan bahwa pengunduran diri Tan dan Cheng perlu tetap mempertahankan standar yang dijunjung tinggi oleh PAP.

“untuk mempertahankan standar tinggi kesopanan dan perilaku pribadi yang telah dijunjung tinggi oleh PAP selama ini.” ujar Lee.

Dalam konferensi pers tersebut, Lee mengatakan dia telah mengetahui tentang hubungan tersebut pada semenjak bulan Februari. Tan juga telah menawarkan untuk mengundurkan diri saat itu.

Perdana menteri mengatakan dia menerima pengunduran diri Tan tetapi “diperlukan untuk memastikan warga Kembangan-Chai Chee dan Marine Parade terus diurus”, mengacu pada konstituensi anggota parlemen PAP.

Ketua Parlemen Tan Chuan-Jin dan anggota parlemen Cheng Li Hui, diposting di halaman Facebook Tan pada Februari 2016. Sumber: Tan Chuan-Jin/Facebook
Ketua Parlemen Tan Chuan-Jin dan anggota parlemen Cheng Li Hui, diposting di halaman Facebook Tan pada Februari 2016. Sumber: Tan Chuan-Jin/Facebook

Namun, karena ada indikasi hubungan yang masih dilanjutkan, maka Lee “memutuskan bahwa Tuan Tan harus segera pergi, baik pengaturannya dibaca atau tidak. Hal itu tidak bisa menunggu lebih lama lagi.”

Tan pun setuju untuk hengkang dari posisinya dalam rapat terbaru.

Permintaan Maaf Keduanya

Dalam surat pengunduran diri, Tan mengatakan insiden baru-baru ini yang melibatkan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan parlemen di DPR telah menambah luka yang dia sebabkan pada keluarganya.

Permintaan maaf itu merujuk kepada sebuah rekaman video di mana Tan mengutuk, “Populis sial*n,” selama seorang anggota DPR berpidato mengadvokasi perihal upah minimum.

“Kesalahan saya menimbulkan pertanyaan yang lebih luas atas kenetralan. Dan juga, ketidakberpihakan saya sebagai pembicara,” kata Tan, yang pernah menjadi menteri di kabinet Lee sebelum diangkat menjadi pembicara pada 2017.

Sementara itu, surat Cheng menyebutkan, bahwa dirinya meminta maaf dan menyesal harus mengundurkan diri dalam kondisi tersebut.

“Sangat menyesal harus mengundurkan diri dalam keadaan seperti ini, dan ingin meminta maaf kepada partai. Juga, kepada warga dan sukarelawan saya.” ujar Cheng dalam suratnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.