Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Pasukan Ukraina Berjuang Lawan Kelelahan saat Perang Memasuki Musim Dingin Kedua

Prajurit Brigade Mekanik ke-67 Angkatan Bersenjata Ukraina muncul di posisi di garis depan dekat Kreminna, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di wilayah Luhansk, Ukraina 2 November 2023. (Foto: REUTERS/Alina Smutko)

ANDALPOST.COM — Memasuki perang musim dingin kedua antara Ukraina dan Rusia, pasukan Kyiv harus berjuang melawan kelelahan yang menimpa mereka, Jumat (3/11/2023).

Satu diantara banyaknya pasukan Ukraina tersebut ialah Istoryk (26). Ia berhasil tertidur pada suatu pagi usai bertarung melawan pasukan Rusia di hutan pinus dekat Kreminna.

Istirahatnya terhenti hanya satu jam kemudian ketika baku tembak baru terjadi, memaksa petugas medis kembali beraksi dalam baku tembak yang sengit dan panjang.

“Kami terlibat baku tembak selama lebih dari 20 jam,” kata Istoryk, yang dikenali dari tanda panggil militernya. 

“Pertempuran tanpa henti, penyerangan, evakuasi, dan Anda tahu, saya berhasil melakukannya,” katanya.

“Dan kami semua berhasil melakukannya. Kami belum terlalu segar, dan saat ini kami perlu menemukan kekuatan,” sambungnya.

Penjelasannya mengenai bentrokan baru-baru ini, dan kelelahan yang ia serta unitnya alami, menggarisbawahi tekanan besar yang ditimbulkan oleh perang tersebut.

Kini perang antara Ukraina dan Rusia itu telah memasuki 9 bulan ke-21.

Konflik berkepanjangan antara kedua negara tersebut berdampak pada sumber daya serta pasukan Ukraina yang memang terbatas.

Para prajurit juga mengetahui Rusia memiliki pasukan yang jauh lebih besar serta persenjataan dan amunisi lebih banyak.

Sehingga, muncul kekhawatiran apakah Ukraina mampu mengalahkan Rusia guna mengakhiri perang tersebut.

Panglima Ukraina, Valery Zaluzhnyi menggambarkan kebuntuan tersebut justru dapat menguntungkan Rusia dan mengancam negara itu sendiri.

“Hanya kemampuan-kemampuan baru, termasuk lebih banyak pasokan dari sekutu Barat serta drone yang diproduksi secara lokal, yang akan mengembalikan keseimbangan demi keuntungan Kyiv,” beber Zaluzhnyi.

Penilaian tegas dari jenderal yang sangat dihormati ini bertepatan dengan datangnya hujan musiman.

Pasalnya, pasukan Ukraina lebih sulit bergerak di medan berlumpur. Terlebih pihak Kyiv bakal meluncurkan serangan balasan untuk membebaskan lebih banyak wilyahnya.

Bagi mereka yang berada di posisi terpuruk, meski kelelahan tidak dapat dihindari, namun motivasi para prajurit tetap kuat.

Serangan yang Gagal

Istoryk bertugas di batalion senapan Brigade Mekanik ke-67 di hutan Serebryanskyi di wilayah Luhansk. Sebagian besar provinsi ini diduduki oleh Rusia.

Tanah di sekitar jalan menuju parit dipenuhi kawah akibat peluru yang masuk, dan pohon-pohon hangus patah menjadi dua akibat ledakan.

Pertempuran semacam ini terjadi di sepanjang garis depan. Mulai dari perbatasan dengan wilayah Belgorod Rusia di timur laut hingga Laut Hitam di selatan.

Ilustrasi tentara Ukraina yang berada di garis depan (Foto: REUTERS/Alina Smutko)

Istoryk mengatakan Rusia telah mengalami kerugian besar di wilayah tersebut.

Namun, sedikitnya lima tentara Ukraina dalam tim evakuasi juga tewas akibat penembakan baru-baru ini di dekat wilayah itu.

“Lima tentara Ukraina meninggal akibat penembakan di dekat wilayah tersebut,” sambungnya.

Setelah fokus pada pertahanan pada awal tahun, Ukraina melancarkan serangan balasan pada bulan Juni lalu.

Serangan balasan itu bertujuan untuk merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.