Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Posisi Biden di Tengah Konflik Israel-Palestina Tentukan Nasibnya di Pilpres 2024

Presiden AS Joe Biden (Foto: REUTERS/Leah Millis)

ANDALPOST.COM — Media Arab American News memuat foto Presiden Amerika Serikat (AS) berukuran penuh dibubuhi tulisan “Dia kehilangan suara kami”, Selasa (7/11/2023). Tulisan tersebut ditulis dengan huruf merah tebal.

Arab American News sendiri merupakan sebuah publikasi mingguan bilingual dari Dearborn, Michigan, yang melayani populasi besar berbahasa Arab di wilayah tersebut.

Namun ketika Biden berkampanye untuk terpilih kembali tahun 2024, tajuk utama surat kabar tersebut menjadi penentu prospek nasib sang presiden di kalangan pemilih Arab serta Muslim Amerika.

Serta bagaimana tawaran yang diberikan Joe Biden dapat diterima oleh komunitas tersebut. Banyak warga Palestina, Arab, dan Muslim Amerika yang menyatakan frustasi atas dukungan Biden bagi Israel.

Tak hanya tinggal diam, Biden pun beserta stafnya berupaya untuk meredakan ketegangan antara Israel dan Palestina selama dua minggu terakhir.

Upaya itu mencakup pertemuan Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih pada akhir Oktober dengan para pendukung Arab dan Muslim. Serta pengumuman strategi nasional pertama untuk memerangi Islamophobia pada tanggal 1 November.

Retorika pemerintah AS mengenai perang tersebut juga telah berubah, dengan penekanan lebih eksplisit terhadap perlindungan warga sipil. Juga seruan untuk kemanusiaan guna mengizinkan bantuan masuk ke Gaza.

Tetapi, para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Palestina mengatakan daya tarik pemerintahan Biden gagal.

“Mereka berusaha menutup-nutupi. Itu sebabnya kami tidak setuju dengan strategi Islamofobia ini. Kami tidak menyetujui pertemuan-pertemuan ini,” kata Abed Ayoub, direktur eksekutif Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab (ADC).

“Kita sudah melewatinya. Kita perlu tindakan (dan) memerlukan pemerintahan ini untuk menunjukkan kepemimpinan dan tidak membuang-buang waktu kita. Kami tidak peduli dengan pertemuan. Kami benar-benar tidak melakukannya. Jelas tidak ada hasil dari pertemuan itu,” jelas dia.

Pertemuan

Sebuah survei yang dilakukan oleh Arab American Institute bulan lalu menunjukkan penurunan drastis dukungan terhadap Biden di komunitas Arab Amerika.

Demonstran berunjuk rasa di luar Gedung Putih untuk mendukung warga Palestina di Gaza pada 4 November. (Foto: Elizabeth Frantz/Reuters)

Hanya 17 persen responden yang mengatakan mereka akan mendukung presiden, turun dari 59 persen pada tahun 2020.

Survei NBC News minggu ini juga mengungkapkan bahwa hanya 16 persen responden Arab dan Muslim di negara bagian Michigan yang mengatakan mereka akan memilih Biden jika pemilu diadakan hari ini.

Para analis mengatakan ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan dukungan ini. 

Pada awal perang, Biden dengan tegas menyatakan terhadap Israel.

Sementara itu, ia berjanji meningkatkan dukungan politik dan militer untuk Israel. Meminta Kongres untuk memberikan bantuan tambahan lebih dari Rp219 triliun kepada sekutu AS tersebut ketika mereka mengebom Gaza.

Israel pun telah menerima bantuan sebesar Rp 59 triliun setiap tahunnya.

Biden semakin membuat marah orang-orang Arab-Amerika dan kaum progresif murka saat ia meragukan jumlah korban tewas di Gaza.

“Saya tidak percaya pada jumlah yang digunakan oleh orang-orang Palestina,” ujar Biden kala itu. Padahal jumlah korban tewas telah melampaui angka 10.000 jiwa.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.