Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Serangan RS di Gaza Masih Berlanjut, Penuh Teka-Teki

Ilustrasi kondisi rumah sakit usai terjadi serangan (Foto: ABC News)

ANDALPOST.COM — Konflik antara Hamas dan Israel semakin menegangkan, terlebih munculnya serangan terhadap rumah sakit di Gaza, Sabtu (21/10/2023).

Namun justru muncul pertanyaan, apakah rumah sakit ahli Arab di Gaza itu memang terkena tembakan Israel atau menjadi korban roket Palestina yang gagal ditembakkan.

Pasalnya, Israel dan Palestina saling menyalahkan atas serangan mematikan terhadap rumah sakit tersebut.

Sebuah video dari Gaza menunjukkan momen pasti terjadinya ledakan di rumah sakit Ahli Arab pada pukul 18.59 (23.59 waktu Singapura) Selasa (17/10/2023). 

Video dari kamera pengintai di pihak Israel juga menangkap pemandangan yang sama.

Video yang menjadi viral tersebut memperlihatkan sebuah proyektil terbang ke langit sebelum tiba-tiba menghilang di tengah penerbangan dalam sekejap.

Kurang dari 10 detik kemudian, dua ledakan terjadi di lapangan, termasuk satu di lokasi rumah sakit yang terletak di utara Gaza.

Situasi Setelah Ledakan

Video lain yang disiarkan online setelah ledakan, memperlihatkan beberapa mobil terbakar di tempat parkir tengah rumah sakit. Lalu tumpukan puing serta sejumlah mayat tergeletak di tanah, termasuk beberapa anak-anak.

Keesokan harinya terlihat mobil-mobil hangus di tempat parkir rumah sakit tersebut.

Di sebelah tempat parkir, terlihat halaman rumput berserakan pakaian dan barang-barang pribadi serta berlumuran darah, pertanda jelas bahwa ada orang di sana. Banyak jendela di bangunan sekitar yang pecah.

Sementara di permukaan tanah, bekas tumbukan terlihat jelas, termasuk setidaknya satu kawah kecil.

Menurut pihak berwenang Gaza, lokasi tersebut menampung ratusan orang yang terluka dan sakit, serta warga sipil yang mencari perlindungan.

“Kami sedang beroperasi, terjadi ledakan kuat dan langit-langit ruang operasi runtuh. Ini pembantaian,” kata Dr Ghassan Abu Sittah dari Medecins Sans Frontieres.

“Orang-orang bertebaran di luar, di taman dan di bawah pohon. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap, dengan banyak mayat dan darah di mana-mana,” kata warga Gaza, Mohammed Qriq.

“Karena takut dibom, kami datang ke sini,” kata Waleed, warga lainnya, mengacu pada rumah sakit tersebut.

“Kami merasa seperti dihantam roket, seluruh tempat di bom. Kami menuju ke tempat lain di dekatnya. Mayatnya berkeping-keping, orang tua, anak-anak, perempuan,” bebernya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.