Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Turis yang Melanggar Aturan di Bali Tidak Boleh di Viralkan, Apa Alasannya?

Aksi Turis Yang Melanggar Aturan di Bali | Sumber: CNN Indonesia

Pemerintah Terkesan Membela Turis Asing

Kabar mengenai permintaan Bali untuk tidak memviralkan turis yang melakukan pelanggaran telah mendapatkan respon yang beragam dari masyarakat Indonesia. Bahkan, tak sedikit juga masyarakat yang menganggap bahwa solusi yang diberikan oleh Imigrasi Bali untuk masalah ini sangat tidak efisien dan terkesan membela atau menganak emaskan para wisatawan asing. 

Sosok Barron Ichsan Selaku Kepala Divisi Keimigrasian Bali | Sumber: ZonaSultra.id

Berikut adalah beberapa contoh komentar dari para masyarakat Indonesia atas permintaan Kepala Divisi Keimigrasian Bali untuk tidak memviralkan turis yang melanggar aturan. 

“Hadeuh yang harus diperketat itu aturannya supaya WNA segen ngelanggarnya. Ko kita yang dilarang viralin.” tutur @nvclaras.

“Saling menghargai tanpa harus menjatuhkan harga diri bangsa.. jangan mentang2 kita butuh cuan dari pariwisata. Terus harus menganak emaskan turis membiarkan mereka melanggar norma lokal dan hukum.” cuit @rgavxx.

“Di viralkan itu salah satu bentuk kritik. Biar ada perbaikan juga ntah dari pihak wisatawan asingnya atau dari aparat pemerintahan setempat. Kalau nanti dan nanti, keburu hancur. Bule kayak gitu tu ga perlu ada di Bali. Apalagi kalau udah numpuk overstay. Baru terasa kalau Bali penuh Bule jadi juragan tapi WNI jadi cuma jadi pegawai.” tutur @adimaswj.

“Kalau nggak di viralkan nggak ada tindakan yoo paak.. Mereka para WNA tu kalau dah di lapangan, berlagak kayak Bali milik sendiri.. Seenaknya sendiri.” ujar @yuwa_yuw.

“Terlalu memanjakan wisatawan asing dibanding wisatawan lokal. Lihat apa yg terjadi ? Semakin banyak bule2 yg seenaknya sendiri yg tidak tau adat sopan santun. Pdhl mereka hanyalah tamu.” tutur @sabtubroo. (rge/zaa)