Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Akuarium Raksasa di Berlin Meledak Akibatkan 1.500 Ikan Mati

Akuarium AquaDom Berlin terlihat dalam foto tahun 2011 dan setelah meledak pada 16 Desember 2022. (Foto: AFP/dpa/Kay Nietfeld, AP/dpa/Instagram/tnn)

ANDALPOST.COM – Sebuah akuarium raksasa di Berlin bernama AquaDom meledak, mengakibatkan 1.500 ikan di dalamnya mati, Jumat (16/12/2022).

Insiden nahas tersebut juga berdampak pada kerusakan bangunan akibat air akuarium mengalir ke lobi hotel dan puing-puing bangunan berserakan ke jalan sekitar.

Namun, belum jelas penyebab akuarium raksasa AquaDom silinder setinggi 14 meter itu meledak.

Dikutip dari AFP, juru bicara departemen pemadam kebakaran setempat mengatakan satu juta liter air dan semua ikan di dalamnya tumpah ke lantai dasar kompleks hotel Radisson Blu.

Para tamu di hotel tersebut mengungkapkan bahwa mereka terbangun akibat ledakan keras dan terasa seperti gempa kecil, sebelum mereka mengetahui jika suara tersebut berasal dari ledakan akuarium.

Akibat ledakan itu, dua orang mengalami luka ringan akibat terkena kaca. Keduanya pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Itu benar-benar seperti tsunami,” kata Wali Kota Berlin Franziska Giffey.

“Meskipun kami melihat kehancuran yang mengerikan, namun beruntung orang-orang tidak terluka parah,” sambung dia.

Giffey juga mengatakan bahwa semua ikan berjumlah sekitar 1.500 tidak dapat diselamatkan.

Akibat akuarium yang meledak tersebut, lebih dari 100 pekerja darurat diterjunkan ke lokasi kejadian yang dipenuhi kaca serta puing-puing akuarium.

AquaDom sendiri merupakan akuarium raksasa berbentuk silinder yang dibuka pada tahun 2004 silam dan menjadi salah satu objek wisata andal di ibu kota Jerman.

Lokasi AquaDom terletak di serambi Hotel Radisson Blu dan memiliki lift berdinding bening yang dibangun di dalamnya untuk digunakan oleh pengunjung kompleks rekreasi Sea Life.

Menurut situd web Sea Life, AquaDom ialah akuarium silinder terbesar di dunia.

Kerusakan

Polisi Berlin menuturkan air dari akuarium tumpah ke Jalan Karl Liebknecht, sehingga terjadi penutupan sebagian arteri lalu lintas utama. Area di sekitar hotel juga ditutup pada sore hari.

Luapan air tersebut juga menghancurkan jendela dan pintu hotel, serta menyapu kursi, meja, dan pot tanaman.

Gambar dan video yang beredar online memperlihatkan kerusakan parah pasca meledaknya AquaDom.

Anggota parlemen Jerman Sandra Weeser yang menginap di hotel saat insiden itu terjadi mengatakan bahwa dirinya terbangun karena merasakan gelombang “kejutan”.

“Ada sedikit getaran di bangunan itu, saya kira gempa bumi,” terang Weeser.

“Daerah di mana akuarium dulu berdiri sekarang tampak gelap dan basah.”

“Salah satu ikan kakatua besar tergeletak di tanah, membeku,” bebernya.

Baru Saja Direnovasi

Sekitar 300 tamu yang menginap di hotel tersebut telah dievakuasi akibat meledaknya AquaDom.

Kompleks yang menampung akuarium ini juga merupakan lokasi museum GDR. Sebuah tempat yang didedikasikan untuk kehidupan sehari-hari negara komunis Jerman Timur.

Museum DGR terletak di ruang bawah tanah kompleks juga mengalami kerusakan parah akibat air dan kemungkinan akan ditutup hingga akhir Februari. Hal ini diungkap oleh direktur Gordon von Godin.

Pusat Sea Life Berlin yang menjual tiket untuk naik lift AquaDom mengungkapkan bahwa lokasi tersebut akan ditutup hingga adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Seorang juru bicara menegaskan bahwa Sea Life Berlin tidak memiliki akuarium tersebut dan juga tidak bertanggung jawab atas pemeliharaannya.

“Kami berusaha mendapatkan informasi dari pemilik AquaDom,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Surat kabar Bild mengungkapkan AquaDom baru dibuka kembali pada musim panas ini usai direnovasi selama dua tahun dengan biaya mencapai Rp42 miliar.

(SPM/FAU)