Terima Notifikasi Berita Terkini. 👉 Join Telegram Channel.

Maroko Berduka Akibat Gempa, Muncul Dukungan Internasional

Kru darurat bekerja, setelah gempa mematikan, di Amizmiz, Maroko, 10 September 2023. (Foto: REUTERS/Nacho Doce)

ANDALPOST.COM — Saat Maroko tengah berkabung akibat gempa, muncul dukungan dan solidaritas internasional.

Kementerian Pertahanan Spanyol mengatakan sebuah pesawat angkut A400 lepas landas dari Zaragoza dengan 56 penyelamat dan empat anjing pencari menuju Marrakesh untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban selamat.

Pesawat militer lain lepas landas dari pangkalan di Torrejon de Ardoz dekat Madrid dengan 30 penyelamat. Juga empat anjing pencari, kata juru bicara kementerian dalam negeri.

“Kami akan mengirimkan apa pun yang diperlukan karena semua orang tahu bahwa jam-jam pertama ini adalah kuncinya, terutama jika ada orang yang terkubur di bawah reruntuhan,” kata Menteri Pertahanan Margarita Robles kepada televisi publik Spanyol.

Selain Spanyol, Maroko juga mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka hanya menerima bantuan dari tiga negara lain. Seperti Inggris, Qatar dan Uni Emirat Arab.

Sementara Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka memberikan tanggapan baik dari setiap tawaran untuk membantu proses pencarian serta penyelamatan.

Dikatakan bahwa hanya empat tawaran bantuan yang diterima. Sebab kurangnya koordinasi dapat menjadi kontraproduktif.

Proses Pencarian Korban

Tim penyelamat Maroko pun semakin meningkatkan upaya untuk menemukan korban selamat usai gempa bumi dahsyat melanda negara tersebut.

Mereka bahkan berusaha untuk mencapai daerah terpencil di Pegunungan Atlas. Dilaporkan juga bahwa beberapa desa telah rata dengan tanah akibat gempa bumi tersebut.

Proses pencarian juga melibatkan tim penyelamat asing untuk membantu proses itu.

Gempa berkekuatan 6,8 SR tersebut menjadi gempa terkuat yang pernah terjadi di negara Afrika Utara itu. Bencana alam itu menewaskan 2.122 orang dan melukai lebih dari 2.400 orang. Banyak dari korban mengalami luka serius.

Gempa tersebut melanda 72 kilometer (45 mil) barat daya kota kuno Marrakesh, yang merupakan tujuan wisata populer.

Selain itu, Marrakesh juga dikenal sebagai kota tua yang dihuni banyak penduduk.

Pada hari Minggu gempa susulan berkekuatan 4,5 pun mengguncang wilayah yang sama.

Desa pegunungan Tafeghaghte, 60km (37 mil) dari Marrakesh, hampir seluruhnya hancur. Bahkan hanya sedikit bangunan yang masih berdiri.

Tim penyelamat sipil dan anggota angkatan bersenjata Maroko turut mencari korban selamat serta orang meninggal dunia.

Saat satu jenazah ditemukan dari reruntuhan rumah, empat lainnya masih terkubur di sana, kata warga.

“Semua orang sudah pergi! Hatiku hancur,” ujar Zahra Benbrik (62).

Benbrik mengaku kehilangan 18 kerabatnya, dan hanya jenazah saudara laki-lakinya yang masih terperangkap.

“Saya ingin mereka segera mengeluarkannya sehingga saya bisa tenang,” tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.